Tuntutan Supir-supir Taxi yang tidak Masuk Akal

Advertisement

Jakarta - Pemerhati Transportasi, Mohammad Guntur Romli (https://www.facebook.com/GunRomli) melakukan obrolan dengan para sopir taxi, hasilnya adalah sebagai berikut: Secara umum, menurutnya, apa yang dituntut oleh para pengemudi taxi itu bias. Hal ini apa yang dituntut adalah 1. Penutupan aplikasi, 2. Pengenaan pajak/ kir, 3. Plat kuning 4. Penyesuaian tarif 5. Regulasi.

Mereka ternyata bingung ketika tuntutan mereka itu blunder. Kenapa begitu? Gini..

1. Pak, kalo aplikasi yang ditutup bukannya bb (Blue Bird) dan ex juga ada aplikasi nah gmn tuh.. Mereka hanya bilang yah itu dia pak.. Apakah penumpang harus kembali ke jaman dahulu kala harus keluar komplek ke jalan besar hujan-hujanan atau panas-panasan bawa bayi atau orang tua jika mau naik taxi? Kok primitif sih..

Baca Juga: Tukang Ojek Bentrok dengan Sopir Taxi

2. Percaya sama saya deh.. dari beberapa taxi bb yang saya naikin pengemudi ngga ada yg ngeh bahwa tarif pajak tahunan STNK mereka (taxi) itu hanya sepersepuluh atau seperdelapan dari pajak STNK tahunan mobil uber dan grab.. Iya betul kurleb hanya sepersepuluh atau seperdelapan saja! Cek ajah atau suruh pengemudi taxi yg cek.. Biaya kir sekitar 65rb per 6 bulan. Tetep lebih murah jauh pajak mereka jika dibandingkan total pajak uber dan grab. Pengemudi yang udah 2 langsung diem kalo kita ajak diskusi seperti itu..

3. Plat kuning.. Bb punya goldenbird dan ngetem di bandara dengan parkiran khusus.. Suruh kuningin juga tuh.. Pengemudi kembali nyengir.. 4. Penyesuaian tarif.. Pak pengemudi yang baik.. Dengan pajak yang semurah itu harusnya perusahaan bapak yang menyesuaikan tarif bukan uber atau grab.. Kembali seperti biasa pengemudi nyengir.

5. Nah kalau regulasi saya setuju Pak pengemudi kalo itu tuntutannya. Kl memang Uber dan Grab harus mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Cuma nda khawatir kalo nanti pajak stnk akan sama dengan kendaraan taxi maka tarif mereka bisa lebih murah lagi Pak hehee.. Kebetulan karena pekerjaan sehingga dari senin sampai jumat kemarin saya selalu naik bb dan menyempatkan ngobrol ringan dgn pengemudinya sepanjang perjalanan dan hampir semuanya hanya bingung dan nyengir bahkan ujung-ujungnya mereka menyanggah ikutan demo.. saya ga ikut demo, itu pengurus dan ada biaya operasional kalo pengemudi libur mau ikut demo sekitar 50-150ribu.

Bb hanya mengeluarkan kendaraan yang berumur 5 tahun untuk demo kemarin.. Ooh ternyata disupport oleh perusahaan toh.. Intinya kalo menurut saya pribadi demo mereka adalah titipan dari pengusaha yg merugi akibat kehadiran uber dan grab Secara aspiratif PPAD yg mendadak exist itu hanya menuntut uber dan grab hangus dari muka bumi..

Mereka intinya takut bersaing dgn Uber dan Grab. Para pengusaha itu panik dengan harga saham2 yg semakin menurun.. Kalo mau berkaca, seharusnya taxi menurunkan tarifnya. Jangan mencoba melawan jaman yang semakin maju dan canggih dengan menjadi primitif.. Tapi lebih agar dapat bersaing kembali di pazar modern dan teknologi yg canggih ini.. inovasi sangat dibutuhkan untuk mau maju menjadi terdepan atau setidaknya menjadi pesaing dlm era ini.. Harapan saya, kalau memang pengemudi tidak mengetahui akan tujuan demo sebenarnya, semoga coretan ini bisa menjadikan mereka lebih paham apakah mereka menjadi alat atau murni menyalurkan aspirasinya(afit)
Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tuntutan Supir-supir Taxi yang tidak Masuk Akal"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.