Underpass Jatingaleh Harus Selesai Tahun 2016

Advertisement
SEMARANG – Satuan Kerja (Satker) yang mengerjakan Underpass Jatingaleh harus selesai pekerjaannya di Akhir Tahun 2016. Bahkan, saat ini penebangan pohon sudah mulai dilakukan untuk memperlancar pekerjaan.

Kepala Satker Metropolitan, Danang Tri Wibowo, menargetkan proses pengerjaan akan memakan waktu hingga Oktober 2016 mendatang. Saat ini, yang paling mendesak adalah pelebaran jembatan tol Jatingaleh. Selanjutnya Jalan Teuku Umar akan dilebarkan dari 20 meter menjadi 30 meter.

“Sebenarnya sudah mulai kami lakukan pembangunan sejak awal pekan lalu. Alat berat juga sudah kami kerahkan untuk memapras penghambat di sekitar proyek. Saat ini pula proses pembebasan tanah dilakukan oleh Pemerintah,” ujarnya kepada kartininews.com.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan Underpass Jatingaleh sudah mencapai 68 persen. Pihaknya sudah mengajukan anggaran sekurangnya Rp 50 miliar.

“Kami sudah ajukan lewat APBD Perubahan untuk disetujui Dewan. Kalau nanti sudah cair, akan langsung kami lakukan penandatanganan bersama pemilik lahan,” ungkapnya.

Panitia pengadaan lahan Underpass Jatingaleh telah mengklasifikasikan tiga kelompok yang akan mendapat ganti rugi, yakni tanah, ruko dan permukiman. Dalam pembangunan proyek Underpass ini, ada tiga wilayah yang terkena dampak, yakni Ngesrep, Tinjomoyo dan Jatingaleh. Pada sosialisasi yang dilakukan Desember tahun lalu, diketahui nilai ganti rugi tanah mencapai Rp 8.080.000 per meter. Namun, pada praktiknya masih ada yang menolak nilai yang disodorkan tim appraisal tersebut. (afit)
Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Underpass Jatingaleh Harus Selesai Tahun 2016"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.