Syamsul Maya Tidak Berani Melawan Broto, Akhirnya Mundur

Advertisement
Keputusan untuk mundur dari bakal calon melaui jalur perseorangan, Syamsul Anwar belum bisa menentukan sikap di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara 2017. Tak terkecuali, jika ada partai yang meminangnya. Syamsul mengaku, kecewa, sedih bercampur syok, karena tidak pernah berharap gagal nyalon melalui jalur perseorangan. Syamsul membantah, kalau sikap menarik diri dari pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada hubungan dengan partai.

Syamsul mengatakan, dirinya saat ini masih konsolidasi dengan relawan. Sehingga belum berpikir untuk maju melalui partai. Apalagi berkomunikasi dengan partai. Sekalipun, jika rekomendasi dari Gerindra atau partai lainnya turun kepadanya.

”Kami belum berpikir ke sana (maju dengan partai, Red). Lebih baik kami ngopeni relawan dulu,” katanya. Hal yang sama diungkapkan Syamsul dalam pertemuan dengan puluhan relawan di Rumah Makan Maribu Jepara kemarin. Syamsul belum berani menyatakan siap, seandainya ada partai yang mengusungnya. Jawaban ini diutarakan Syamsul, menanggapi pertanyaan relawan yang tidak ingin membuat kecewa relawan. Walaupun relawan kemarin masih siap mendukung, meski Syamsul melalui jalur partai.

”Saya masih pikir-pikir. Perlu melakukan istikharah terlebih dahulu,” paparnya. Pertemuan di warung makan Maribu kemarin, dihadiri puluhan relawan dan pendukung Calon Bupati Syamsul-Mayadina dari berbagai kecamatan di Jepara. Hadir juga bakal calon perseorangan dari pasangan Syamsul, Mayadina; pembina atau inisiator pasangan SAYA, Habib Abdullah Al Hindwan (Pembinan Tim SAYA); dan Sekretaris tim SAYA, Lukman Hakim. Syamsul juga menyatakan kesedihannya. ”Saya kecewa, sedih, bercampur syok. Karena memang tidak pernah bepikir akan gagal (maju lewat jalur perseorangan, Red),” katanya.

Syamsul mengklarifikasi kegagalan dirinya maju di Pilkada melalui jalur independen. Dia membatah, jika mundurnya dari KPU sudah didesain. ”Kalau ada yang menyebut kondisi ini by desain, saya tidak rela dunia akhirat. Karena kami sudah berjuang semakismal mungkin dan tidak main-main,” katanya. Pembina tim SAYA, Habib Abdullah Al Hindwan, mengaku, kecewa sekaligus bangga. Bib Abdullah kecewa, karena gagal maju melaui jalur perseorangan. Sebaliknya, ia mengaku, bangga karena dalam waktu hanya sebulan dukungan dari masyarakat sangat luar biasa. Melebihi target minimal sebagaimana aturan KPU.

”Saya rela meninggalkan posisi sebagai ketua Syuriah NU Mayong dan jamiyyah Hubbur Rasul, demi tim sahabat SAYA,” katanya. Bib Dullah (panggilan akrabnya) mengatakan, gerakan idependen tidak hanya dilakukan di Jepara. Namun juga di daerah lain di Jawa Tengah. Ia menyebutnya dengan Gerakan Independen Semangat Nusantra.

Hal ini ditanggapi oleh lawan SAYA sebagai lawan yang enteng di panggung PILKADA Jepara 2017.
Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syamsul Maya Tidak Berani Melawan Broto, Akhirnya Mundur"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.