Liga Santri Nasional Membawa Efek Negatif Terhadap Santri

Advertisement

Liga Santri Nusantara (LSN) Piala Menpora Sepakbola U 18 tahun 2016 secara resmi dimulai di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak Jumat (19/8) sore. Pembukaan turnamen nasional ini ditandai dengan pemukulan lima beduk diiringi lantunan lagu resmi Gerakan Nasional Ayo Mondok.

Prosesi pemukulan beduk dilakukan secara bersama-sama oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah NU (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin, Panglima Kostrad Letnan Jendral Edy Rahmayadi, Pangdam 6 Mulawarman, Ketua Panpel Region I Kaltim Abdulloh.

Kiai Said dalam kata sambutan memotivasi para santri untuk menjadi orang yang maju dalam segala hal, termasuk di bidang olahraga. Ia berharap kelak ada santri yang menjadi bintang sepakbola nasional.

"Kita tunjukkan bahwa santri serba bisa," ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan yang datang dari berbagai daerah. Mayoritas dari mereka adalah para santri.

Padahal berdirinya pesantren tidak lain hanyalah untuk mencetak santri yang agamis, bisa membawa umat menjadi lebih baik. bukan untuk main-main. Ada banyak musuh yang sudah mengancam di Negeri ini, misalnya wahabi, isis, syiah, HT, dan lain lain yang esktrim dan yang suka takfiri.

Mereka harus diberi ilmu yang benar dengan talaqi kepada ulama yang Tsiqoh. demikian pendapat Ust Aziz dari Tegal.


Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Liga Santri Nasional Membawa Efek Negatif Terhadap Santri"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.