FPI dilucuti Polisi adalah HOAX

Advertisement
Rembang - Penyelenggaraan haul Mbah guru KH Zubair Dahlan, sebagai ayahanda mbah Mun, KH Maimoen Zubair kemarin terjadi peristiwa yang menjadi berita viral di medsos. Viral ramai itu ketika kejadian FPI diberitakan dengan judul yang fenomenal yaitu "Atribut Laskar FPI dilucuti KaPolres Rembang" pada hari Jumat kemarin (9/6).


Baik Tim Kartininews.com menelusuri kebenarannya, Pertama keterangan dari Polres Rembang bahwa sebagai kapolres rembang menginginkan agar suasana Haul Abah Guru KH. Zubari Dahlan berjalan dengan lancar dan kondusif dengan tidak memakai atribut FPI. Dan karena adu debat secara sengit, akhirnya AKBP Sugiarto sebagai Kapolres Rembang turun langsung berkomunikasi dengan baik dengan ketua laskar FPI, Sehingga karena diminta menurunkan atribut FPI, pihak Kapolres mengganti atribut FPI tersebut dengan baju KOKO dan perlengkapan muslim lainnya yang diberikan secara cuma-cuma.

Penelusuran kedua, Kejadin antara FPI dan Polisi saat Haul Mbah guru KH. Zubair Dahlan disalah pahami oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab termasuk pihak FPI dan menjadikan peristiwa itu diviralkan di medsos dengan judul judul yang fantastis. Hal ini menimbulkan kekacauan dan bisa menimbulkan perseteruan antara polisi dan FPI. Padahal sebenaranya adalah dari Ponpes Al-Anwar Sarang, Gus Wafi hanya mengundang santrinya yang secara kebetulan santri tersebut menjadi anggota FPI.
Penelusuran ketiga terbukti bahwa dari pihak Ponpes yang langsung dari abdi dalem mbah KH Maimoen Zubair, Muhammad Wahyudi menegaskan bahwa yang sangat diharapkan untuk datang di peringatan haul ini Mbah Kiai Zubair, setiap tengah Ramadhan yaitu semua dari santri dan juga alumni Ponpes Sarang, Rembang, dan juga khususnya santri dan alumni dari Ponpes Al-Anwar Sarang.

Dan perlu diperhatikan bahwa Mbah KH. Maimoen Zubair tidak memberikan undangan kepada elemen ataupun organisasi masyarakat sama sekali. Dan keikutsertaan ormas FPI, Banser ataupun ormas lainnya di acara haul Mbah KH. Zubair Dahlan tahun ini, Bahwa Mbah KH. Maimoen Zubair tidak dikonfirmasi sama sekali oleh siapapun. Dan Mbah Maimoen meminta kepada FPI untuk melepaskan atribut FPInya jika ingin mengikuti proses acara haul KH. Zubair Dahlan ini dan tetap ikut berziarah ke Maqbaroh shohibul haul. Hal ini akhirnya pihak polisi meminta mengganti atribut FPI dengan Baju KOKO.

Baca Juga:  Buka bersama dengan Lintas Agama di Kodim 0719 Jepara

Penelusuran keempat terbukti bahwa pihak keluarga KH. Maimoen tidak ada keterkaitan dengan FPI. Hal ini terbukti bahwa keluarga Mbah Maimoen selalu menegakkan Negara NKRI dengan empat pilar Negara dan bangsa yang sudah dirumuskan para ulama dan para tokoh nasional terdahulu.

Kejadian ini membuat bupati Rembang menyatakan sikap untuk meredam masyarakat Rembang dan sekitarnya dan masyarakat seluruh Indonesia, untuk tidak diperpanjang lagi agar tidak ricuh suasana di bulan Ramadhan ini. Pernyataan dari Bupati Rembang, Bpk H. Abdul Hafidz  ketik memberikan ceramah selepas sholat tarawih di Desa Sriombo Kecamatan Lasem tadi Malam, (11/6). Afit. www.kartininews.com
Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FPI dilucuti Polisi adalah HOAX"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.