Isi Surat Wasiat Pria Gantung Diri Membuat Menangis

Advertisement
Perasaan tertekan atau disebut depresi pernah dialami semua orang. tapi yang satu ini sangat dalam depresinya. Depresi dikarenakan terbakar cemburu, seorang pria bernama, Iwan Jaswadi (39), seorang warga dari Dukuh Sekoplok yang bagian dari Desa Kaligarang Kecamatan Keling di Kabupaten Jepara terpaksa berani nekat mengkhatamkan hidupnya dengan strategi gantung diri, Selasa (6/6/2017).
Kejadian ini sudah banyak dilakukan oleh warga Jepara. Tahun lalu (2016), seorang warga dari Desa Dongos, yang bernama Bawi (60), dari Kecamatan Kedung di Jepara, juga beraksi mengkhatamkan hidupnya dengan cara yang sama yaitu gantung diri. Warga Dongos ini, Bawi, beraksi gantung diri memakai tali plastik yang sudah dibuatnya untuk gantung diri di teras rumah saudaranya, pada 10 Juli 2016.

Teori Ledakan Besar (Big Bang) Salah Besar 

Sedangkan yang di Kaligarang ini masih diselidiki oleh kapolsek setempat. Berdasarkan laporan dari Kapolres Jepara, bapak polisi AKBP Yudianto Adhi Nugroho, SIK dari laporan melalui Kapolsek wilayah kecamatan Keling, bapak AKP I Made Mahendra menuturkan bahwa pelaku korban ini meninggal ditemukan oleh ibunya sendiri, ibu Sukarwati (68)  pada jam 03.30 WIB yang lokasinya di Blandar Kayu Rumah.

Penyilidikan oleh petugas Polsek Keling, Sukarwati mengatakan kepada petugas polsek keling bahwa sebelum korban (anaknya tersebut) ditemukan gantung diri, saat pukul 01.00 WIB ibunya masih melihat anaknya menjalankan sholat tahajud dengan khusuk Kemudian selesai sholat anaknya menulis surat seorang diri di kamarnya dan kemudian anaknya melanjutkan aktifitas di ruang tamu dengan santai merokok. setelah itu ibunya tidur. Dan kemudian aksi itu dilakukan setelah ibunya tertidur.

Selanjutnya, pada pukul 03.00 WIB si ibunya terbangun dan ingin membangunkan anaknya untuk makan sahur bersama. Lalu ditemukanlah anaknya sudah gantung diri.

"Ibu sudah mencari di kamar dan kemudian mencarinya di ruang tamu, anak ibu tidak ada, kemudian ibu menyalakan lampu dapur lalu ibu melihat anak ibu sudah tergantung,” terang Sukarwati dilansir portal milik Polri, Tribratanews . com. Ibu terdiam dan kaget melihat korban sudah tidak bernyawa, Sukarwati, si ibu korban langsung memeluk anaknya tersebut.

Ketika si Ibunya memeluk anaknya yang sudah tergantung, badannya masih hangat dan ibu Sukarwati ingin menyelematkan anaknya kemudian langsung mengambil gunting guna memotong tali gantung akan tetapi tali tersebut tidak bisa terpotong kemudian si ibunya mengambil pisau guna memotong tali gantung tersebut kemudian terputus dan bersama-sama anaknya jatuh ke lantai.

“Saat itu, Si Ibu Sukarwati ini mencari bantuan kepada warga sekitar untuk menolong si korban” ujar Kapolsek Keling, AKP Mahendra. Menurut analisa Bpk AKP Mahendra, faktor pemicu untuk bunuh diri itu positif diduga karena peristiwa rasa cemburu kepada istri yang selingkuh.

Si Korban ini sebelum meninggal, meluangkan waktunya untuk membuat surat wasiat yang ditulis sendiri pada secarik kertas.  Isi surat wasiat tersebut yaitu bertuliskan:
“saya berdoa untuk istriku yang paling aku sayang semoga hidup bahagia, Mas tidak bisa hidup tanpa istriku tercinta dan anakku yang kusayang”.

Hasil dari visum luar oleh tenaga medis Puskemas Keling, Kecamatan Keling, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarganya agar cepat untuk dimakamkan dan berdasarkan peristiwa tersebut untuk keluarga korban harus menerima dengan ikhlas, pernyataan ini juga dibubuhkan dalam surat pernyataan dalam laporan kepolisian. Afit, www.kartininews.com
Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Isi Surat Wasiat Pria Gantung Diri Membuat Menangis"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.