Zakat Penghasilan Itu Tidak Ada di Syari'at Islam

Advertisement
Sudah banyak orang mempercayai dan bahkan mewajibkan orang tersebut untuk zakat di penghasilan dengan mengeluarkan 2,5% penghasilannya. Hal ini juga dimanfaatkan oleh sebagai amil zakat yang dengan buta memaksa mereka untuk zakat kepadanya. Lembaga penerima zakat mewajibkan kepada setiap orang untuk zakat penghasilan dengan kriteria-kriterianya. Pendapatan termasuk dari gaji, tunjangan honorarium, dapat upah, atau hasil jasa dan lain-lain, semua ini dipaksa untuk berzakat oleh lembaga lembaga yang tidak bertanggung jawab.

Penghasilan setiap pegawai diperoleh secara halal, yang bersifat pendapatan rutin misalnya penghasilan para pegawai negeri sipil, pegawai kantor atau karyawan, dan bahkan yang bersifat tidak rutin seperti dokter, fee pengacara, fee konsultan, fee penceramah dan fee sejenisnya yang semuanya mereka tarik zakat seperti menarik pajak. Para lembaga amil zakat yang meyakini bahwa zakat penghasilan adalah wajib memutuskan bahwa semua yang dari sumber pendapatan secara halal wajib hukumnya untuk berzakat dengan kriteria dan syarat yaitu telah berumur 1 nishab dalam waktu 1 tahun, atau senilai dengan nilai emas 85 gram.

Para lembaga amil zakat pun memberi peraturan bahwa waktu untuk mengeluarkan zakat dari pendapatan ini dibagi menjadi 2 waktu. yaitu : pertama zakat dari penghasilan dikeluarkan ketika sudah 1 nishab. yang kedua, zakat penghasilan ini tetap dikeluarkan walaupun tidak mencapai nishab tetapi pendapatannya jika dikumpulkan selama setahun dan penghasilan bersihnya sudah cukup nishab. yaitu dikeluarkan sebesar 2,5%.


Yang dijadikan dasar dan dalil mereka yang sok tahu hukum ini, ternyata memakai dari ini sebagai landasan mereka menarik zakat kepada para pegawai sebagai zakat penghasilan. yaitu: firman Allah:

يَاأَيُّهَاالَّذِينَ ءَامَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَاكَسَبْتُمْ وَمِمَّآأَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ اْلأَرْضِ (سورة البقرة : 267)

yang artinya "wahai orang yang beriman, nafkahkanlah hartamu (di jalan Allah) yang sebagian hasil perniagaanmu (usahamu) yang baik dan (keluarkanlah) sebagian juga dari hasil usahamu dari apa yang Allah keluarkan dari asal bumi untuk kamu…"  (Q.S. Al-Baqarah:267)


Baca juga:  FPI dilucuti Polisi adalah HOAX

Dalil ini dapat disanggah dan dapat ditolak bahwa zakat penghasilan adalah wajib. mereka yang berani mewajibkan bahwa penghasilan harus dikeluarkan zakatnya adalah pendapat yang baru (Pendapat Muhdats). Pendapat muhdats ini tidak didukung satu dalil pun yang bisa mendukungnya atau memperkuatnya. Hal ini dapat dikatakan bahwa pendapat yang mewajibkan zakat penghasilan adalah bid'ah. dan tergolong dari bid'ah yang buruk (bid'ah dlalalah). Adapun dalil yang memperkuat bahwa ZAKAT PENGHASILAN itu TIDAK ADA dalam Syar'i adalah sebagai berikut:

1. Pendapat wajib Zakat Penghasilan ini tidak pernah dilakukan oleh ulama mujtahid-pun, sehingga pendapat wajib zakat penghasilan tersebut tidak perlu diikuti. Perlu diketahui bahwa Rosulullah tidak pernah mewajibkan zakat penghasilan. Di zaman terdahulu pun sudah ada profesi-profesi seperti sekarang. Namun tidak ada satu pun ulama yang memberikan hukum Wajib Zakat pada profesi tersebut. Para ulama hanya mewajibkan zakat harta kepada orang yang memang menjual belikan apa apa yang sudah disebutkan dalam alquran.
bersambung.... www.kartininews.com
Advertisement

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Zakat Penghasilan Itu Tidak Ada di Syari'at Islam"

Post a Comment

Silahkan Isi Nama lengkap dan Email untuk berkomentar.