Iklan

Iklan

,

Iklan

Menristek Meresmikan Pembukaan Gedung Perpustakaan UNISNU Jepara

12 Mar 2019, 10:29 WIB Last Updated 2019-03-12T03:30:44Z
Jepara - Sebagai wujud instansi Pendidikan Tinggi di Jepara, Unisnu Jepara telah meresmikan Gedung Perpustakaan Baru di Kampus Unisnu Jepara. Unisnu Jepara menilai telah menancapkan gas demi terwujudnya kampus milenial yang ideal dan berkemajuan sesuai era jaman sekarang. Hal ini akan terus mengikuti pekembangan perubahan jaman. Gedung baru untuk perpustakaan Unisnu Jepara telah diresmikan oleh Menristek Dikti, Prof H. M. Nasir, Ph.D.,Ak jum’at kemarin (8/3/2019).
Peresmian ini telah dihadiri oleh Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd. Kons., Sebagai Koordinator Kopertis VI, Sekretaris Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil. Hadir pula bapak Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi NU Jepara (Yaptinu) Dr. H Shodiq Abullah, M.Ag.

Baca Juga; Kemendikbud Melarang Praktek Tes Calistung untuk Masuk SD

“Unisnu sekarang telah maju dan tetap berusaha dalam meningkatkan kualitas SDM dan Mutunya, sebagai contoh salah satunya adalah upaya meningkatkan gedung perpustakaan, sehingga perpustakaan menjadi nyaman dalam belajar sehingga menjadikan kualitas perpustakaan ini meningkat.” terang Dr. H Shodiq Abullah, M.Ag., Ketua Yaptinu.

Gedung baru perpustakaan unisnu ini adalah untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan dimana kualitas perpustakaan sudah harus menyesuaikan dengan era revolusi industri 4.0. Hal ini disampaikan oleh Menristek bahwa Era Revolusi Industri 4.0 ini adalah kearah era digital. yaitu semua harus serba digital. Jika tidak diarahkan ke area digital maka akan ketinggalan. Kualitas perpustakaan baik dari inovasinya, literarur dan lainnya.
Disamping itu, Menristekdikti juga mengarahkan ke perkuliahan daring. Pengembangan dunia digital juga perlu ditingkatkan, mulai dari laboratorium berdasarkan daring, dunia artificial intelligent juga perlu dikembangkan. Apalagi Unisnu yang sudah berkemajuan ini sudah sangat perlu untuk berinovasi dan mengembangkan digitalisasi.

Baca Juga: Kemendikbud Mengusulkan Gaji Honorer Setingkat UMR

Disamping itu, faktor manusianya juga perlu dikembangkan agar melek dunia digital, kreatif dan inovatif. Akan sangat berbahaya kalo tidak seimbang jika human dan inovasinya tidak seimbang. Hal ini akan kelihatan pada hasil kerja inovasinya. Jika tidak kreatif dan juga inovatif maka Unisnu akan kehilangan mahasiswa baru nantinya.

Iklan

iklan