Iklan

Iklan

,

Iklan

Gebyar Tahun Baru Islam 1441 H dengan Gelar Budaya Jepara

31 Agu 2019, 20:56 WIB Last Updated 2019-08-31T13:59:33Z
Jepara - Menjelang akhir tahun 1440 hijriah, ribuan masyarakat Kabupaten Jepara berkumpul di lapangan Alun-Alun 1 Jepara, untuk mengikuti doa bersama. Kegiatan ini adalah untuk merenung dan sebagai ungkapan rasa syukur, atas apa yang telah dilalui pada tahun 1440 hijriyah, dan menyongsong tahun baru Islam 1441 hijriyah dengan semangat.

Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengapresiasi antusiasme masyarakat Jepara, yang hadir dalam kegiatan “Gebyar Muharam 1441 Hijriyah”. Andi berharap kondisi harmonis Kabupaten Jepara dapat dijaga bersama.

Bacalagi: KKN UNISNU: Pelatihan Produktivitas UMKM Desa Teluk Awur

Doa bersama dan dzikir bersama di Tahun Baru Islam 2019 ini, menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian acara yang telah dilaksanakan untuk memeriahkan Gebyar Tahun Baru 1441 Hijriyah ini. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga tradisi untuk berdoa bersama dengan mengharapkan penghapusan dan pengampunan segala dosa di akhir tahun hijriyah dan juga mengharapkan kebaikan dan keberkahan di tahun baru ini.

Bacalagi: Bakal Calon Petinggi Setor Uang Jaminan 100 Juta untuk Ikut Pilpet

Jamaah yang hadir dalam acara doa bersama dari berbagai elemen masyarakat, baik dari muslimat, fatayat, guru madrasah diniyah dan berbagai warga jepara lainnya yang ikut memadati alun-alun jepara dalam gebyar tahun baru hijriah sabtu sore (31/8/2019).

Sedangkan rangkaian acara tahun baru 1441 hijriyah tersebut adalah dimulai dengan doa akhir tahun di sore hari dan selepas sholat magrib berjamaah dilakukan doa awa tahun Hijriyah.

Kegiatan Khataman Alquran terlebih dahulu dilakukan sesudah sholat ashar yang dibarengi dengan beberapa kegiatan pentas dan juga santunan Yatama.

Bacalagi: Firelli Road Race Kapolres Cup Jepara 2019 Kembali di Gelar

Selain itu Gebyar Tahun Baru 1441 Hijriyah malam ini juga dimeriahkan dengan Gelar Budaya dan Kesenian Tradisional, diantaranya Kentrung Palman, Terbang Telon, Musik Religi "Sanada", Serta Pentas Seni dari Santri TPQ Yanbu'a dan Iqro, dan Dongeng Islami bersama Pendongeng dari Qiro'ati Kak Elis Cetta.

Iklan

iklan