Tradisi Perang Obor Desa Tegal Sambi Jepara

Tradisi Perang Obor Desa Tegal Sambi Jepara mampu menyedot ribuan pengunjung wisatawan domestik dan luar negeri.

Kebudayaan daerah sebagai bagian dari kebudayaan nasional memberi warna pada perkembangan kebudayaan nasional dan merupakan sumber yang akan dapat memperkokoh kebudayaan nasional. Kebudayaan yang diteruskan melalui proses belajar mempunyai beberapa bagian, salah satunya yaitu upacara tradisional.

Upacara tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang dari satu generasi ke generasi lainnya merupakan kegiatan ritual dan bertujuan memohon keselamatan, mensyukuri nikmat Tuhan dan menjalin hubungan baik dengan sesama mahluk seperti mahluk halus. Upacara tradisional muncul sesuai dengan tradisi setempat karena perbedaan tempat dan tradisi masyarakat yang bersangkutan akan melahirkan tradisi budaya yang berbeda. Salah satu bentuk upacara tradisional adalah Perang Obor di Jepara.

Bacalagi: Perda Wisata Gratis Kabupaten Jepara Belum Disetujui Kemendagri

Perang Obor merupakan upacara tradisional yang masih dilestarikan di Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Upacara tradisional Obor-Oboran atau Perang Obor yang dilaksanakan di Desa Tegal Sambi pertama kali dilakukan pada abad ke-16 Masehi sehubungan dengan ketokohan Ki Babadan dan Ki Gemblong dan mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan jaman. Upacara tradisional Obor-Oboran yang dilaksanakan memiliki kekhasan dan keunikan yaitu dengan rangkaian dan dengan rentang waktu yang panjang yaitu selama tiga hari, dengan puncaknya Perang Obor yang dilakukan oleh para pemain.

Perang Obor ini merupakan atraksi budaya tradisional yang berlangsung secara turun-temurun yang harus dilestarikan karena selain merupakan tradisi budaya daerah sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan anugerah panen kepada masyarakat setempat, juga sangat menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan, sehingga hal ini berpotensi untuk dikembangkan dan dikemas menjadi wisata budaya yang sangat menarik.

Pesta obor diminati oleh masyarakat Jepara maupun pendatang dan dijadikan aset wisata Kabupaten Jepara dengan keterlibatan langsung Dinas Pariwisata setempat sebagai pihak penanggung
jawab penyelenggaraan upacara tradisional ini.

Puncak keramaian Perang Obor berlangsung di Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan yang letaknya ± 3 km arah selatan Kota Jepara yang mampu menyedot ribuan pengunjung wisatawan domestik dan luar negeri.

Bacalagi: Makanan Khas Jepara "Pong Blosok" Jadi Juara 3 se-Jateng

Sejarah Perang Obor Tegal Sambi

Asal mula ceritanya yaitu pada abad XVI Masehi, di Desa Tegal Sambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan Mbah Kyai Babadan yang mempunyai banyak binatang ternak, terutama ternak kerbau dan sapi. Untuk menggembalakannya sendiri jelas tak mungkin, sehingga beliau mencari dan mendapatkan penggembala dengan sebuatan Ki Gemblong, seorang penggembala yang sangat tekun.

Setiap pagi dan sore Ki Gemblong selalu memandikan hewan ternaknya di sungai, sehingga ternaknya tersebut tampak gemuk dan sehat. Tentu saja sang Kyai Babadan senang dan memuji Ki Gemblong, atas ketekunan dan kepatuhannya dalam memelihara binatang ternaknya tersebut.

Suatu hari, Ki Gemblong menggembala di tepi sungai Kembangan sambil asyik menyaksikan banyaknya ikan dan udang yang hidup di sungai tersebut, dan tanpa menyia-nyiakan waktu ia langsung menangkap ikan dan udang tersebut yang hasil tangkapannya lalu dibakar dan dimakan di kandang. Hampir setiap hari Ki Gemblong selalu menangkap ikan dan udang, sehingga ia lupa akan tugas menggembala. Sehingga akibat kelalaiannya, kerbau dan sapi gembalanya menjadi kurus dan sering sakit sampai ada yang mati. Melihat kejadian ini, Kyai Babadan menjadi marah. Kelakukan Ki Gemblong yang terlena dengan penangkapan ikan dan udang tersebut akhirnya dihentikan olehnya. Kyai Babadan menghantam Ki Gemblong dengan obor dari daun kelapa.

Kemudian terjadi baku hantam antara Ki Gemblong dan Kyai Babadan dengan membawa obor masing masing. Perang Obor pun darinya membuat kebakaran kandang ternak dan hewan ternaknya lari meninggalkan mereka berdua. Melihat hewan ternaknya pada lari mereka pun berhenti dan kaget karena hewan ternaknya bisa sembuh.

Prosesi Upacara Perang Obor

Upacara tradisional Obor-Oboran merupakan upacara selamatan yang dilakukan oleh warga Desa Tegal Sambi. Upacara ini bertujuan sebagai selamatan atas keberhasilan panen dari warga desa ini yang sangat berbeda dari daerah lain. Upacara dilakukan pada malam hari dengan acara puncak Perang Obor. Upacara Perang Obor diadakan setiap tahun sekali dan jatuh pada hari Senin Pahing malam Selasa Pon di bulan Besar (Dzullhijah).

Bacalagi: Jenis Durian Unggul yang Ada di Indonesia

Perang Obor selain melibatkan warga setempat juga disaksikan ribuan penonton dari berbagai daerah, bahkan para wisatawan. Setiap warga Desa Tegal Sambi memang berhak menjadi peserta asalkan memiliki keberanian menghadapi risiko mengalami luka bakar. Sedangkan warga luar Desa tak boleh ikut karena dikhawatirkan mendapat sial. Dengan disaksikan ribuan mata, Kepala Desa kemudian menyuruh warga menyalakan Obor-Obor. Selanjutnya, Obor-Obor yang menyala itu dibagikan kepada para peserta dan Perang Obor pun dimulai.

Kemudian para peserta tampak saling memukul dengan menggunakan obor yang membara. Memang unik dan menarik, namun mendebarkan. Ini mengingat para peserta dalam memainkan obor masing-masing terlihat bersungguh-sungguh seperti berperang. Mereka percaya bahwa kesungguhan itu sebagai simbol memerangi kejahatan dan mengusir penyakit. Dengan demikian, Desa mereka bebas dari segala marabahaya. Dalam ritual tersebut, mereka juga terlihat saling kejar hingga sampai rumah Kepala Desa.

Para peserta kemudian kembali ke perempatan jalan dan berakhir di Balai Desa. Malam itu, jalan-jalan di desa menjadi lautan api. Ritual yang lebih mirip pertandingan bela diri ini baru berakhir bila seorang peserta tinggal sendirian atau tak lagi memiliki lawan yang akan dihadapi.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Agama,7,Automotif,25,Bisnis,8,Brebes,2,Exhibition,6,Gunung,2,Internasional,19,Jepara,80,karimunjawa,5,Lowongan,5,Nusantara,56,Olahraga,22,Pantai,5,Pariwisata,27,Pemalang,1,Pemda,21,Pendidikan,15,Persijap,11,Politik,19,Tegal,8,teknologi,36,Wanita,8,
ltr
item
Berita Jepara Terbaru dan Sekitarnya: Tradisi Perang Obor Desa Tegal Sambi Jepara
Tradisi Perang Obor Desa Tegal Sambi Jepara
Tradisi Perang Obor Desa Tegal Sambi Jepara mampu menyedot ribuan pengunjung wisatawan domestik dan luar negeri.
https://1.bp.blogspot.com/-AYiMjOhhJK0/XUUh-iranoI/AAAAAAAABu0/uJzHgFwevK0M8plRFV57XqIQrC6qBxUewCLcBGAs/s640/perangobortegalsambi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-AYiMjOhhJK0/XUUh-iranoI/AAAAAAAABu0/uJzHgFwevK0M8plRFV57XqIQrC6qBxUewCLcBGAs/s72-c/perangobortegalsambi.jpg
Berita Jepara Terbaru dan Sekitarnya
https://www.kartininews.com/2019/08/tradisi-perang-obor-desa-tegal-sambi-jepara.html
https://www.kartininews.com/
https://www.kartininews.com/
https://www.kartininews.com/2019/08/tradisi-perang-obor-desa-tegal-sambi-jepara.html
true
1373541348100745015
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy