Iklan

Iklan

,

Iklan

Inilah Tempat Muktamar NU dari Awal hingga sekarang

22 Des 2021, 14:47 WIB Last Updated 2021-12-22T07:47:34Z

Kartininews.com - Perhelatan penentuan tanggal muktamar begitu seru dan ramai. Namun alhamdulillah, di tanggal 22 Desember 2021 Muktamar NU Ke-34 Lampung resmi diselenggarakan. Hal ini menunjukkan adanya regenerasi pemimpin baru di organisasi NU. 

Muktamar NU adalah merupakan forum permusyawaratan tertinggi di semua tingkat NU. Berbagai acara pun digelar di dalamnya yang terdiri dari evaluasi kinerja kepengurusan, penyusunan program baru, serta acara memilih pengurus NU untuk periode yang akan datang.

Selain daripada kegiatan tersebut di Muktamar NU, digelar pula acara Bahtsul Masa’il yang membahas persoalan keagamaan saat itu yang sering dihadapi umat. Luasnya persoalan keagamaan yang dibahas dalam forum Bahtsul Masa’il menjadikan forum ini dibagi ke dalam komisi-komisi seperti Komisi Waqi’iyah (Kekinian) yang membahas beragam problematika aktual yang sedang menjadi perbincangan khalayak mengenai halal haram. Komisi Maudlu’iyah yang membahas tentang problem keagamaan tematik atau kasuistik. Sementara Komisi Qonuniyah adalah komisi yang secara khusus membicarakan persoalan-perosalan yang berkaitan dengan perundang-undangan.

Siapa saja yang ikut dalam Muktamar NU?

Yang bisa mengikuti Muktamar NU antara lain: kepengurusan pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kepengurusan tingkat provinsi yaitu Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta kepengurusan tingkat kabupaten ialah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Sementara status peserta Muktamar (muktamirin) terdiri dari tiga jenis; ialah peserta, peninjau, dan pengamat. Ada pula peserta tambahan Muktamar yang diperbolehkan jika ada yang mengusulkan.

Mereka semua memiliki hak untuk mengajukan saran atau pendapat atas persoalan-persoalan yang sedang dibahas di dalam persidangan. Berbeda dengan peserta, peninjau hanya berhak mengemukakan saran dan pendapat namun tidak memiliki hak suara. Sedangkan pengamat biasanya adalah intelektual atau akademisi yang mengikuti jalannya persidangan dalam muktamar sesuai dengan minat dan bidang mereka.

Adapun delegasi yang dikirim dari PWNU dan PCNU lumrahnya diwakili oleh lima orang yang terdiri dari Rais Syuriah, Ketua Tanfidziyah, Katib, Sekretaris, dan Bendahara.

Dimana Pertama Kali diadakan Muktamar NU?

Dalam sejarah Nahdlatul Ulama: Sejarah, Tokoh, dan Khazanah Pesantren karya M. Imam Aziz disebutkan bahwa Muktamar NU pertama kali digelar di Surabaya pada 21 Oktober 1926, tak lama pasca NU berdiri sebagai sebuah jam’iyyah. 

Muktamar selanjutnya yaitu Muktamar kedua dan ketiga tetap terselenggara di kota tersebut, Surabaya. Kemudian di tahun-tahun selanjutnya secara berurutan Muktamar semakin ke barat, bermula dari Muktamar ke-4 di Semarang (1929), Muktamar ke-5 di Pekalongan (1930), Muktamar ke-6 di Cirebon (1931), Muktamar ke-7 di Bandung (1932), Muktamar ke-8 di Jakarta (1933) yang selanjutnya Muktamar ke-9 bergeser ke Banyuwaangi (1934). Dan setelahnya terselenggara secara acak.

Mulai Muktamar ke-10 di Surakarta (1935), Muktamar ke-11 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (1936), Muktamar ke-12 di Malang (1937), Muktamar ke-13 di Banten saat masih tergabung dengan Provinsi Jawa Barat (1938), Muktamar ke-14 di Magelang (1939), Muktamar ke-15 kembali di Surabaya (1940). Pada masa pendudukan Jepang 1941-1946, muktamar ditiadakan. Dari Muktamar ke Muktamar saat itu tidak selalu dilakukan pergantian pengurus. Tetapi yang pasti lebih banyak diselenggarakan untuk membahas persoalan keagamaan dan kemasyarakatan umat.

Muktamar NU setelah Indonesia Merdeka ada dimana?

Muktamar ke-16 baru diselenggerakan kembali di Purwokerto (1946), Muktamar ke-17 di Madiun (1947). Setelah tahun 1947, waktu pelaksanaan Muktamar tidak terjadwal secara periodik. Namun menimbang situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Muktamar ke-18 dilaksanakan di Jakarta (30 April-3 Mei 1950), Muktamar ke-19 di Palembang (26 April 1952), Muktamar ke-20 di Surabaya (8-13 September 1954), Muktamar ke-21 di Medan (Desember 1956), Muktamar ke-22 di Jakarta (Desember 1959), Muktamar ke-23 di Surakarta (25-29 Desember 1962), Muktamar ke-24 di Bandung (Juli 1967), Muktamar ke-25 di Surabaya (20-25 Desember 1971), Muktamar ke-26 di Semarang (5-11 Juni 1979).

Setelah Muktamar ke-26 di Semarang, penyelenggaraan Muktamar diadakan dalam rentang 5 tahunan sekali sampai saat ini. Muktamar ke-28 di Krapyak, Yogyakarta (25-28 November 1989), Muktamar ke -29 di Tasikmalaya, Jawa Barat (24 Desember 1994), Muktamar ke-30 di Lirboyo-Kediri, Jawa Timur (21-26 November 1999), Muktamar ke-31 di Boyolali-Surakarta, Jawa Tengah (28 November-2 Desember 2004), Muktamar ke-32 di Makassar (22-27 Maret 2010), Muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur (1-5 Agustus 2015), dan yang baru saja dihelat Muktamar ke-34 di Lampung (22-23 Desember 2021). Muktamar yang terakhir ini sempat ditunda hingga 2 tahun karena alasan pandemi Covid-19.

Iklan