Iklan

Iklan

,

Iklan

PSHT Boyolali Adakan Apel Akbar di Alun alun Kidul

Kartininews
2 Sep 2022, 16:15 WIB Last Updated 2022-09-02T09:15:00Z

Boyolali - Keluarga besar PSHT (Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate), telah menggelar apel akbar secara nasional Satu Abad PSHT yang tepat pada tanggal 2 September 2022.


“Ada dua acara momentum, yaitu upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan juga upacara Peringatan 100 Tahun, Satu Abad Terate Emas untuk Dunia,” kata Komarudin, ketua PSHT cabang Boyolali, (28/8/22), usai apel akbar satu abad PSHT di Alun-alun Kidul Pemkab Boyolali.

Apel Akbar PSHT ini diikuti sebanyak 2400 pendekar, 50 anggota dari Banser dan juga perwakilan 50 anggota Ormas Pemuda Pancasila Boyolali.

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Boyolali, M Said Hidayat, hadir pula Wakil Bupati Wahyu Irawan, serta Ketua DPRD Boyolali Marsono dan jajaran Forkopimda Boyolali, turut hadir Ketua Pengprov PSHT Jateng Dr Kun Sriwibowo.

Sementara itu, berbagai kegiatan atraksi juga telah mewarnai penyelenggaraan apel akbar satu abad Terate emas. Diantaranya adalah atraksi sekumpulan bocah Terate kids yang cukup memukau dan menghibur peserta apel.

Ketua Pengprov PSHT Jateng, Dr. Kun Sriwibowo sangat mengapresiasi para peserta PSHT cabang Boyolali ini yang telah mengisi dua momentum besar tersebut, yakni HUT RI ke-77 dan juga apel akbar Satu abad PSHT dengan diisi berbagai kegiatan.

“PSHT Boyolali juga telah menggelar 10000 donor darah sebagai aksi sosial, aksi tersebut masuk MURI. Kemudian aksi lainnya adalah kegiatan Tanam pohon, lalu pengajian akbar, dan juga apel akbar, sampai pada puncak acara apel akbar yang digelar di area Candi Prambanan pada malam 2 September 2022,” kata Sriwibowo.

Kun juga berharap warga PSHT Boyolali dan juga PSHT cabang lainnya tetap guyup rukun dan mempererat tali persaudaraan.

Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, juga memberikan sambutan dan memberikan support penuh serta memberikan nasehat yang baik yaitu dengan usia PSHT 1 abad ini, maka wajib disyukuri.

“Ketika PSHT sudah masuk usia 1 abad, para tokoh-tokoh pendiri PSHT dalam orientasi berpikir bahwa ini momentum untuk menjaga kelestarian budaya dengan nilai-nilai tradisi. Bagaimanapun pencak silat merupakan satu olahraga yang menjadi identitas nusantara,” jelas Said.

Said memberikan seruan untuk persatuan dan kesatuan para pemuda terutama di kota Boyolali dalam membangun Boyolali. 

“Kita sebagai penerus bangsa wajib melangkah bersama-sama dengan penuh totalitas membangun negara dan bangsa. Dan dengan kebersamaan tersebut maka tujuan dalam membangun negara dan bangsa akan tercapai” terang Bupati Boyolali.

Iklan

iklan