Iklan

Iklan

,

Iklan

Desa di Jepara Tergerus Abrasi sangat Parah

13 Okt 2021, 00:13 WIB Last Updated 2021-10-12T17:39:53Z

Sebanyak dua desa di Kecamatan Kedung dan Donorojo, Kabupaten Jepara mengalami abrasi sekitar 1-1,5 meter per tahun.

“Dari total 82,5 kilometer panjang pantai di Kabupaten Jepara, ancaman abrasi saat ini hanya di Desa Tanggultlare (Kecamatan Kedung) dan Desa Bandungharjo (Kabupaten Donorojo),” kata Pj Asisten II Sekda Jepara Wasiyanto usai menghadiri penanaman. dari benih tanaman. mangrove di Pantai Tanggultlare, Selasa (12/10/2021).

Ia mengungkapkan, abrasi terparah terjadi di Desa Tanggultlare karena mengakibatkan hilangnya warga desa sehingga harus mengungsi ke daerah yang aman. Sedangkan di Desa Bandungharjo hanya sebatas pengurangan lahan milik warga.

Untuk penanganannya, kata dia, perlu dikaji terlebih dahulu kondisi hidrologi setempat, karena pengalaman di Desa Tanggultlare saat ditangani titik tertentu abrasi justru pindah ke lokasi lain.

Namun, adanya program penanaman bibit mangrove perlu diapresiasi karena dapat mencegah abrasi terutama pada musim hujan dan saat terjadi gelombang besar.

“Yang terpenting setelah tanam harus hati-hati agar tidak terkena ombak. Kalau ombaknya terkenal, tanamannya juga akan musnah sehingga nanti tidak tumbuh lagi,” ujarnya.

Kapolres Jepara AKBP Warsono menargetkan hingga Desember 2021 pihaknya bisa menanam 70.000 bibit mangrove dengan menggandeng berbagai pihak terkait.

“Kami mohon dukungan berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan penghijauan tanaman mangrove di pesisir pantai di Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Dengan adanya penghijauan melalui program Mageri Segoro yang digagas oleh Polda Jateng diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana dan kerusakan alam di pesisir Pantai Jepara. Tidak hanya di Pantai Tanggultlare, nantinya juga akan ditanam pohon mangrove di lokasi lain.

Iklan