Iklan

Iklan

,

Iklan

UNESCO menetapkan Karimunjawa Jepara sebagai Cagar Biosfer Dunia

9 Nov 2020, 02:38 WIB Last Updated 2020-11-08T19:48:47Z

Jepara - UNESCO telah menambahkan Karimunjawa Jepara, Jawa Tengah sebagai bagian dari 25 situs cagar biosfer baru di dunia. Kabar baik ini telah diumumkan di situs resmi UNESCO pada hari Rabu bulan oktober (28/10/2020). Sehingga jumlah total cagar biosfer dunia meningkat menjadi 714 hari ini yang tersebar di 129 negara di seluruh dunia.

Tidak hanya Karimunjawa saja, Bunaken Tangkoko Minahasa yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang Sulawesi Utara Indonesia juga ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia. Bunaken memiliki biosfer yang indah di mana ribuan spesies laut yang berbeda. Tempat tersebut memiliki keindahan pesisir yang mempesona dengan terumbu karang dan lamun, hutan bakau dan pantai, pulau-pulau dan ekosistem darat.

Cagar biosfer di Karimunjawa membentang dari Taman Nasional Karimunjawa, Hutan Lindung Gunung Muria, dan Cagar Alam Gunung Celering. Cagar alam ini memiliki beragam ekosistem termasuk 27 pulau kecil di karimunjawa, ekosistem bawah laut, serta hutan hujan tropis di dataran rendah. 

Karimunjawa dan Bunaken terdaftar dalam program cagar biosfer UNESCO karena mereka mempertemukan aktivitas manusia dengan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati di wilayah setempat.

Setelah penetapan ini sebenarnya ada tanggung jawab dan juga konsekuensinya. Hal ini yang paling bertanggungjawab adalah Pemerintah Kabupaten Jepara yaitu wajib menjaga kelestarian lingkungan dan juga harus mampu memberdayakan masyarakat di Karimunjawa serta lereng Muria.

”Dijadikannya cagar biosfer dunia ini nanti masyarakat di Karimunjawa dan lereng Muria kami berdayakan ekonominya. Agar tidak merusak terumbu karang di Karimunjawa dan hutan di lereng Muria,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Farikhah Elida.

Iklan

iklan